“Selamat pagi teman-teman. Kenalkan, nama saya Reza Putra Antolin. Teman-teman cukup memanggil saya Putra. Saya pindahan dari SD Citra Pelangi.” ucap anak baru tu dengan sedikit malu-malu.
“Nah Putra, silahkan kamu duduk sebangku dengan Dicky..!” perintah Bu Niken, guru kelas kami kepada anak baru itu, Putra.
Menurutku, anak baru itu cukup ganteng, lo..! Pokoknya coolll bangeeettt…! Kelihatan pintar karena memakai kacamata, dan matanya sedikit agak sipit. Hihi.., jadi naksir sama dia..! Hehe..,
“Baiklah anak-anak, Ibu akan memberi tugas kepada kalian. Tugas Matematika halaman 105. Dikerjakan di selembar kertas folio dan dikerjakan secara kelompok!” kata Bu Niken menerangkan tugas yang harus kami kerjakan.
Huh, kenapa harus tugas kelompok, sih? Padahal, aku paling sebel sama yang namanya tugas kelompok! Mana satu kelompok sama Reno lagi! Anak yang paling aku benci! Itu lho, tingkahnya itu sok bos banget. Temen-temennya, suruh nurutin semua kemauannya. Suruh ini, suruh itu. Huh, kalau aku jadi temennya, aku tolak mentah-mentah suruhannya…!
“Oh, ya, untuk Putra, kamu masuk ke kelompok Mira, ya!?” kata Bu Niken tiba-tiba. Entah mengapa, aku jadi kaget setelah mendengar kata ‘untuk Putra, kamu masuk ke kelompok Mira, ya!?’. Yes, bisa ‘caper’ ma dia, nih..!!
Aku segera menyelesaikan tugas kelompokku, bersama anggota kelompokku yang lainnya. Seperti biasa, aku jengkel ketika Reno mulai mengobrol. Padahal tugasnya belum selasai lagi!! Mana ngobrolnya ngajak Putra..!
“Heh, Putra, Reno, tugas kalian udah selesai belum, sih..?! Kalau belum, ya jangan ngobrol, dong..!!” teriakku jengkel kepada mereka berdua.
“Terserah kita, dong..! Mau ngobrol kek, mau engggak, kek, kakek-kakek, kek, kamu engggak usah ngurusin, dong! Up to we..!” balas Reno sambil mengerjakan tugas dengan terpaksa. Kulihat wajah Putra sedikit kesal. Duh…, gimana, nih??, pikirku.
“Galak banget sih, jadi cewek…!” umpat Putra dengan nada kecil, namun aku tetap dapat mendengarnya. Duh…, sedihnya diriku…!
“Tau tu Mira..! cewek tergalak..!” kata Reno mendukung umpatan Putra. Aku bertambah sedih karenanya.
Seminggu kemudian, aku masih memikirkan kejadian itu. Mau caper, eh, malah dapet nya umpatan yang membuatku sedih. Aku terduduk sedih di bangku taman sekolahku. Tiba-tiba, sebuah suara mengagetkanku dari lamunanku.
“Hei Mira...,” sepertinya, aku kenal suara itu. Dan.., ya, tak salah lagi, itu suara Putra..! Aku memalingkan wajahku kearahnya, dan tersenyum kecil. Lalu dia duduk di bangku sebelahku.
“Mmm.., maaf, ya, tentang kejadian satu minggu yang lalu, sewaktu kita belajar kelompok. Sebenarnya, aku enggak bermaksud ngomong kayak gitu!” kata Putra kepadaku. Takku sangka, dia meminta maaf kepadaku!
“Gak papa, kok. Aku yang seharusnya minta maaf soalnya aku udah benta-bentak kamu sama Reno. Abisnya, aku jengkel sama kalian!” jawabku. Kami tersenyum, lalu melanjutkan mengobrol-nya. Asyiknya, dapet temen cowok baru. Ganteng lagi…!!! Hihi, aku tersenyum dalam hati ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar