Hari ini hari keempat ulangan akhir semester di kelasku, kelas VIA. Mata pelajaran pertama yang di ujikan adalah IPA. Pelajaran yang lumayan aku cinta. Tapi, aku lebih suka lagi pelajaran IPa yang tentang Astronomi. hehe…,
Pak Andy, guru favoritku, mulai membagikan soal. Aku sedikit deg-degan juga, sich. Tapi, aku berusaha menghilangkan rasa khawatirku itu.
Aku mulai mengerjakan soal. soal nomor 1, 2, 3, 4…, dan akhirnya, aku mencapai soal nomor 25. Soal uraian. Kubaca soalnya, what?? Tentang Accumulator?? Tentang listrik!! Ya ampun, aku sama sekali enggak tahu..!!! Huh, kubaca soal selanjutnya, tetap listrikkk semua. Sebel dech,!! Tau gini, mending aku nyontek kali ya??! What? nyontk?? Ya, tiba-tiba saja terpikir olehku untuk menyontek buku. Tapi, aku tahu sendiri, bahwa menyontek itu hal yang tidak terpuji. Aku berusaha menahan hawa nafsu itu. Aku mengerjakan soal itu sebisaku, semampuku. Banyak yang aku kerjakan secara ngawur.
Aku melihat sekelilingku. Tampak teman-temanku lesu sambil melihat soal-soal ulangan. Aku tahu, mereka juga kesusahan mengerjakan soal itu. Ku lihat 1, 2 orang temanku meminta jawaban. Menyontek donk…!!! Huh, Pak Guru itu payah…!!! Masak malah sibuk baca buku. Tau gitu, aku bawain novel se-abrek aja…!!!
Aku tetap mengerjakan soalku. Detik berikutnya, kulihat Pak Andy pergi menuju pintu. Dan akhirnya, beliau keluar meninggalkan murud-muridnya. Huh, kok murid-muridnya di tinggalin sich? Sebel, dech! Niat jadi pengawas atau enggak Pak Andy itu??
5, 10, 15 menit. Pak Andy tidak kembali ke kelas. Aku masih tetap memikir jawabanku di lembar soal. Kulihat teman-temanku yang duduk dekat dengan meja guru mendekat ke meja guru. Kuperhatikan, dan ternyata, mereka mencontek kunci jawaban yang sepertinya memang Pak Andy tinggal di meja itu. Huh.., Pak Andy ini gimana, sich!!? Kok kunci jawabannya ditinggal di meja guru?? Sebel dech.., Kalau gini caranya, jelas saja jawaban temanku itu betul semua.
Mulanya yang kulihat hanya lima orang saja, namun, 15 detik kemudian, DUA PULUH orang temanku ikut-ikutan mencontek kunci jawaban. Bayangkan!! 25 anak mencontek kunci!? Gimana enggak salah!? Walaupun aku tahu, pasti tidak semuanya mencontek, tapi, tetap saja aku kesal!!
“Hei, teman-teman, Putri ‘alim’…!! Masa, dia enggak nyontek sendiri, sich..!!” teriak temanku, Resty. Huh, rasa kesalku jadi bertambah dech…,!
“Iya, tu..!! Mentang-mentang pinter sendiri, enggak nyontek, dech!! Dasar sok!!” kata temanku yang lain, Vicky. Sekarang, rasanya kepalaku mau meledak saja!! Terserah aku, donk! Mau nyontek atau enggak. Tapi, lebih baik jujur saja, dech!! Toh, ujian kan, untuk mengukur kemampuan, bukan untuk mencari nilai!! Manurut kalian, gimana??
Tiba-tiba, pintu kelas terbuka. Pak Andy!! Ternyata, selama ini Pak Andy mengawasi dari luar kelas!! Hihi, jelas saja Pak Andy tau kalau 25 muridnya mencontek. Dihukum dech mereka. Mau tahu, apa hukuman untuk mereka?? Kertas ujian mereka disobek, dan mereka disuruh mengerjakan soal lagi sebanyak dua kali lipat!!! Untung dech, aku enggak ikut-ikutan mencontek. Untung aku punya prinsip.
Buat kalian, milih yang mana? Tidak mencontek, nilai jelek, tapi jujur, atau mencontek, nilai bagus, tapi bohong?? Menurt aku, jangan sekali-sekali mencontek saat ujian, dech!! Sama sekali enggak ada untungnya….., ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar